SIGNS
sebuah film pendek tentang seorang pekerja kantoran muda yang kesepian dan merasakan kehampaan dalam kehidupannya. Hingga akhirnya ia mencoba berkomunikasi dengan seorang gadis di seberang kantornya melalui kertas dan tulisan-tulisannya yang diperlihatkan lewat jendela.
TEKNIS
pengambilan gambar:
1. establishing shot: dalam film ini establishing shot untuk memberi gambaran lokasi bisa dibilang standar, banyak lokasi-lokasi yang sama juga seperti tempat tidur,ruang kerja, kulkas
2. detail shot: dalam film ini sering kali menggunakan medium shot hingga close up shot
film ini juga sering mengambil gambar dari overshoulder
angle yang dipakai adalah straight angle dan sesekali high angle. Dengan kata lain keseluruhan pengambilan gambar film ini mudah dimengerti dan enak dilihat
Acting
dalam film ini Nick Russel(Jason) mampu menghidupkan karakternya dalam film ini sebagai pekerja yang kesepian, sehingga kesan menyedihkan pada dirinya sampai pada penonton
Kestie Morassi (stacey) juga mampu mengimbangi karakter Jason. Di mana saat melihat Jason sendiri dan tiba-toba Stacey tampil membawa karakter yang sama-sama kuat dan berbeda.
Meskipun film ini tergolong slapstick (film tanpa dialog) keseluruhan acting kedua pemain mampu menghidupkan film ini
Editing
Editing dalam film ini tidak menggunakan efek spesial apapun
transisi yang digunakan hanya cut to cut, dan sesekali zoom in
Scripting
film ini tidak menggunakan script karna film ini dibuat menjadi sebuah film slapstick yang tanpa menggunakan dialog para pemain
plot dan esensi yang menurut saya seimbang tidak sesak maupun kedodoran
Directing
menurut saya penyutradaaraan dalam film ini terbilang rapi , mulai dari metode dasar (teknik pembuatan film) hingga script yang memiliki intro hingga klimaks dan anti klimaks yang menarik perhatian
PREMIS
film ini menunjukkan kepada kita semua, bahwa minoritas orang di sekitar kita bisa mengalami masalah yang sama. menghadapi kesulitan dalam bersosialisasi dll. Hingga akhirnya film ini menunjukkan sebuah cara yang berbeda dalam berosialisasi antara kedua pemain. Dan bagaimana cara yang berbeda tersebut membawa perubahan yang lebih baik
ESTETIS
pada menit 01.23 saat Jason berusaha untuk melirik sebuah wanita, namun wanita itu mengabaikannya. kesan menyedihkan nya kehidupan Jason sangat terasa saat itu
03.16 dimana Jason mulai melihat Stacey yan bekerja di seberang kantornya. karakter Jason sebagai seorang yang cupu dan berusaha untuk keluar dari comfort zone nya
10.23 pada akhirnya Jason menyatakan untuk bertemu stacey dan ternyata stacey pun menunggu hal tersebut :')
intinya filmnya bisa bikin sadar kita semua banget kalo di sekitar kita ada orang yang kesulitan sama sekitarnya kaya jason :')
Pages
▼
Monday, December 10, 2012
Friday, July 6, 2012
yayasan di bogor
JUST SHARING.. THEY NEED YOUR HELP!...
jadi sesuai judulnya saya akan menulis tentang sebuah yayasan yang terletak di bogor.
Yap, yayasan beriman Rumah yatim& Pesantren "Hidayatullah" namanya.
terletak di Jl.KP Munjul RT 03/06 no.15 kecamatan Tanah Sareal,Bogor.
yayasan ini terdiri dari 80 yatim ataupun yatim piatu laki-laki dari yang bersekolah di bangku sekolah dasar hingga SMA.
uniknya yayasan ini tidak hanya terdiri dari anak-anak yatim piatu kawasan bogor/jawa barat saja. melainkan dari seluruh Indonesia, bahkan banyak orang timur berkulit hitam di yayasan ini.
Salah satu ustadz di yayasan ini pun berasal dari Flores Timur yaitu ustadz Jailani.
(ustadz Jailani dan pengurus yayasan lainnya)
s: anak - anak ini berasal dari mana saja ya pak ustadz?
u: dari barat sampai timur ada semua bu ...yang ini dari palembang, yang ini dari flores , paling jauh sih dia dari papua bu
s: kok dari jauh -jauh banget pak anak2 ini?
u: yaa orang tuanya pada nitipin bu, ada yang korban konflik ambon, ada juga yang tidak punya orang tua, ada juga yang dari daerah timur yang ibu bapaknya masih kristen, tapi anaknya dititipin jadi muallaf anaknya di sini. Bahkan yang dari Papua itu tadinya tidak bisa bahasa Indonesia bu, sekarang sih tapi sudah bisa.
---> ( salah satu yang berasal dari Papua)
kondisi yayasan ini pun tidak cukup memadai untuk 80 orang anak tersebut. hanya terdapat satu bangunan untuk anak SMA dan satu bangunan untuk anak SD nya dan satu mushola.
s: bagaimana pak kondisi yayasan ini?
u: sekarang susah banget bu yang namanya listrik sangat kekurangan kita, kalo anak-anak lagi mau belajar semua ke mushola nya, karna listrik di bangunan sana ga mencukupi. sekarang juga airnya keluar sedikit sekali bu, padahal baru beli pompa airnya tapi tetep kurang.
s: kalo anak-anaknya sendiri sukanya ngapain aja?
u: mereka pastinya belajar dan kegiatan agama nya seperti pesantren juga, mereka juga bisa bu marawisan haha tapi alat-alatnya kekurangan juga. tapi Alhamdulillah beberapa anak-anak ini dapet ranking bu di sekolahannya dan alhamdulillah naik kelas semua...
s: ini kalo nonton tv dimana?
u: tidak bu mereka ga nonton tv, kecuali buat pembelajaran aja film-film bahasa arab/inggris dan kalo lagi ada momen tertentu aja di tv , jadi nontonnya bareng soalnya TV nya juga cuma satu bu.
Ustadz Jailani pun bercerita jika saat itu yayasan tersebut sedang kekurangan bahan makanan. ditambah yayasan ini belum dibantu oleh pemerintah dan belum diolah oleh pemerintah.
so guys , bentar lagi bulan puasa nih, bisaaa banget loh bantu yayasan ini.. serius bgt mereka sangat membuka pintu lebar-lebar buat siapapun yang mau membantu :)
jadi sesuai judulnya saya akan menulis tentang sebuah yayasan yang terletak di bogor.
Yap, yayasan beriman Rumah yatim& Pesantren "Hidayatullah" namanya.
terletak di Jl.KP Munjul RT 03/06 no.15 kecamatan Tanah Sareal,Bogor.
yayasan ini terdiri dari 80 yatim ataupun yatim piatu laki-laki dari yang bersekolah di bangku sekolah dasar hingga SMA.
uniknya yayasan ini tidak hanya terdiri dari anak-anak yatim piatu kawasan bogor/jawa barat saja. melainkan dari seluruh Indonesia, bahkan banyak orang timur berkulit hitam di yayasan ini.
(ustadz Jailani dan pengurus yayasan lainnya)
s: anak - anak ini berasal dari mana saja ya pak ustadz?
u: dari barat sampai timur ada semua bu ...yang ini dari palembang, yang ini dari flores , paling jauh sih dia dari papua bu
s: kok dari jauh -jauh banget pak anak2 ini?
u: yaa orang tuanya pada nitipin bu, ada yang korban konflik ambon, ada juga yang tidak punya orang tua, ada juga yang dari daerah timur yang ibu bapaknya masih kristen, tapi anaknya dititipin jadi muallaf anaknya di sini. Bahkan yang dari Papua itu tadinya tidak bisa bahasa Indonesia bu, sekarang sih tapi sudah bisa.
---> ( salah satu yang berasal dari Papua)
kondisi yayasan ini pun tidak cukup memadai untuk 80 orang anak tersebut. hanya terdapat satu bangunan untuk anak SMA dan satu bangunan untuk anak SD nya dan satu mushola.
(bangunan untuk anak-anak SMA)
| bangunan untuk-anak-anak SD |
s: bagaimana pak kondisi yayasan ini?
u: sekarang susah banget bu yang namanya listrik sangat kekurangan kita, kalo anak-anak lagi mau belajar semua ke mushola nya, karna listrik di bangunan sana ga mencukupi. sekarang juga airnya keluar sedikit sekali bu, padahal baru beli pompa airnya tapi tetep kurang.
s: kalo anak-anaknya sendiri sukanya ngapain aja?
u: mereka pastinya belajar dan kegiatan agama nya seperti pesantren juga, mereka juga bisa bu marawisan haha tapi alat-alatnya kekurangan juga. tapi Alhamdulillah beberapa anak-anak ini dapet ranking bu di sekolahannya dan alhamdulillah naik kelas semua...
s: ini kalo nonton tv dimana?
u: tidak bu mereka ga nonton tv, kecuali buat pembelajaran aja film-film bahasa arab/inggris dan kalo lagi ada momen tertentu aja di tv , jadi nontonnya bareng soalnya TV nya juga cuma satu bu.
Ustadz Jailani pun bercerita jika saat itu yayasan tersebut sedang kekurangan bahan makanan. ditambah yayasan ini belum dibantu oleh pemerintah dan belum diolah oleh pemerintah.