jadi sesuai judulnya saya akan menulis tentang sebuah yayasan yang terletak di bogor.
Yap, yayasan beriman Rumah yatim& Pesantren "Hidayatullah" namanya.
terletak di Jl.KP Munjul RT 03/06 no.15 kecamatan Tanah Sareal,Bogor.
yayasan ini terdiri dari 80 yatim ataupun yatim piatu laki-laki dari yang bersekolah di bangku sekolah dasar hingga SMA.
uniknya yayasan ini tidak hanya terdiri dari anak-anak yatim piatu kawasan bogor/jawa barat saja. melainkan dari seluruh Indonesia, bahkan banyak orang timur berkulit hitam di yayasan ini.
(ustadz Jailani dan pengurus yayasan lainnya)
s: anak - anak ini berasal dari mana saja ya pak ustadz?
u: dari barat sampai timur ada semua bu ...yang ini dari palembang, yang ini dari flores , paling jauh sih dia dari papua bu
s: kok dari jauh -jauh banget pak anak2 ini?
u: yaa orang tuanya pada nitipin bu, ada yang korban konflik ambon, ada juga yang tidak punya orang tua, ada juga yang dari daerah timur yang ibu bapaknya masih kristen, tapi anaknya dititipin jadi muallaf anaknya di sini. Bahkan yang dari Papua itu tadinya tidak bisa bahasa Indonesia bu, sekarang sih tapi sudah bisa.
---> ( salah satu yang berasal dari Papua)
kondisi yayasan ini pun tidak cukup memadai untuk 80 orang anak tersebut. hanya terdapat satu bangunan untuk anak SMA dan satu bangunan untuk anak SD nya dan satu mushola.
(bangunan untuk anak-anak SMA)
| bangunan untuk-anak-anak SD |
s: bagaimana pak kondisi yayasan ini?
u: sekarang susah banget bu yang namanya listrik sangat kekurangan kita, kalo anak-anak lagi mau belajar semua ke mushola nya, karna listrik di bangunan sana ga mencukupi. sekarang juga airnya keluar sedikit sekali bu, padahal baru beli pompa airnya tapi tetep kurang.
s: kalo anak-anaknya sendiri sukanya ngapain aja?
u: mereka pastinya belajar dan kegiatan agama nya seperti pesantren juga, mereka juga bisa bu marawisan haha tapi alat-alatnya kekurangan juga. tapi Alhamdulillah beberapa anak-anak ini dapet ranking bu di sekolahannya dan alhamdulillah naik kelas semua...
s: ini kalo nonton tv dimana?
u: tidak bu mereka ga nonton tv, kecuali buat pembelajaran aja film-film bahasa arab/inggris dan kalo lagi ada momen tertentu aja di tv , jadi nontonnya bareng soalnya TV nya juga cuma satu bu.
Ustadz Jailani pun bercerita jika saat itu yayasan tersebut sedang kekurangan bahan makanan. ditambah yayasan ini belum dibantu oleh pemerintah dan belum diolah oleh pemerintah.
Assalaamu'alaikum , Mbk gmn kbr Smg sll dlm kebaikan, kapan Mbk berkunjung lagi ke yayasan di bogor, Ade2 nunggu
ReplyDelete